Kamis, 02 Mei 2013

Lirik Lagu Noah_Terbangun Sendiri


Katakan, katakan awal semula
Karena akhirnya
Begitu berat terasa
Dunia tak seindah katamu
Dunia menelan hatiku

Katakan entah kemana perginya
Masa yang mudah
Dan tawa-tawa yang cerah
Dunia yang terdiam tanpamu
Dunia yang menelan hatiku

Oh temukan aku terlepas
Oh kemana harus berjalan

Aku tak ingin terbangun
Terbangun sendiri
Aku tak ingin terjaga
Terjaga tanpamu
Kurangi, kurangi lukaku
Oh . . . temani sepiku

Lirik Lagu Noah_Sendiri Lagi


Tinggallah ku sendiri
Dalam sepi ini
Tiada temanku lagi
Tak sanggup hati ini
Sendiri begini, tanpa dirimu kasih

Tak ada arti hidupku
Bila kau tak di sisiku

Mengapa, oh mengapa
Kau tinggalkan diriku
Ku tak tau, ku tak tau
Salah ku padamu

Hingga kau pun tega
Biarkan diriku sendiri
Sendiri lagi

Tak mungkin ku mencari
Pengganti dirimu
Walau kini ku sepi
Kuingin kau pun tau
Cinta suci ini
Kubawa sampai mati

Lirik Lagu Noah_Demi Kita


Dalam pikiran ku ini
Kau seakan telah hilang
Cinta dalam hidupku
Kau tak pernah merasakan

Dimanakah cinta
Sentuhlah hatinya

Kau tak bisa merasakan
Hingga cinta mendekati dirimu
Kau tak bisa menggapainya
Biar cinta mendekati dirimu
Biarlah cinta memberimu rasa
Semua demi cinta
Semua demi kita

Lirik Lagu Noah_Tak Lagi Sama


Cerita ini tak lagi sama
Meski hatimu selalu disini
Mengertilah bahwa ku tak berubah
Lihat aku dari sisi yang lain

Bersandar padaku
Rasakan hatiku
Bersandar padaku

Dan diriku bukanlah aku
Tanpa kamu tuk memelukku
Kau melengkapiku
Kau sempurnakan aku

Waktu yang telah kita lalui
Buatmu jadi lebih berarti
Luluhkan kerasnya dinding hati
Engkaulah satu yang aku cari

Dan diriku bukanlah aku
Tanpa kamu tuk memelukku
Kau melengkapiku
Kau sempurnakan aku
Dan diriku bukanlah aku
Tanpa kamu menemaniku
Kau menenangkanku
Kau melegakan aku

Lirik Lagu Noah_Puisi adinda


Malam berseri
Indah damai dalam hati
Kau berikan rasa ini
Hingga dapat ku bermimpi
Tentang maaf yang bersemi
Tentang cinta yang tak letih

Dan kuharapkan kekasih
Tak perlu bertengkar lagi
Tak perlu menangis lagi
Biarkan kita mengalir sampai nanti 

Aku Mencintaimu Dalam Diam


Sesungguhnya yang mendatangkan rasa cinta ini, yang mendatangkan rasa kagum ini, yang memekarkan hati ini adalah dari-Nya. Sungguh aku hanya bisa menerimanya. Aku hanya bisa pasrah tertegun tak bisa mengelak atas perasaan ini padamu.

Tertegun dalam keindahan akhlakmu. Tertegun dalam manisnya lisanmu. Tertegun dalam tenangnya pandanganmu. Dan tertegun pula dalam kesejukan nasehatmu. Semua begitu sempurna, sungguh sempurna. Sesempurna sesuai firman-Nya.

Aku yang mengagumimu dalam diam. Utuh tak tersentuh. Seperti mentari yang menyapa bunga-bunga bermekaran. Tak pernah menyentuh namun cintanya terasa bagi kuntum-kuntum bunga yang sedang bermekaran itu.

Karena aku mengagumi maka izinkan aku tak mengusik khusyunya ibadahmu. Izinkan aku tak mengusik ketenangan hatimu. Tak mengapa aku tak bertegur sapa denganmu. Cukuplah bagiku menyapamu dalam doa-doaku.

Cukuplah bagiku tersenyum lezat melihatmu bahagia. Cukuplah bagiku menyebut namamu dalam hamparan sajadahku.

Aku yang tersentuh akhlak muliamu, aku yang terkagum lekat dalam sikapmu, mencintaimu dalam diam mungkin lebih baik bagi diriku dan dirimu. Lebih mulia bagi perasaanku dan perasanmu. Lebih menjaga kehormatanmu. Lebih menjaga kemuliaanmu. Maka izinkan aku, hai engkau yang begitu mulia, izinkan aku mencintaimu dalamn keikhlasan karena aku tak pernah tau apakah engkau yang tercatat dalam lauful mahfudz untukku?

Karena aku tak pernah tau adakah balasan darimu untukku. Biarlah kuasa Allah yang menggerakan hatimu untukku.

Bukan karena mencintaimu dengan diam aku akan menderita. Bukan karena mengagumimu dengan diam aku akan merana.
Namun, ketika ku artikan cinta itu pada sisi kehadiran dan kebersamaan denganmu. Maka itu lah penderitaan yang sesungguhnya.

Aku yang mencintaimu dari kejauhan. Walaupun sungguh aku merasa sangat dekat denganmu.

Biarlah aku dekap rapat perasaanku ini. Biarlah aku tutup rapat hingga Allah mengizinkan pertemuan kita. Namun jika memang engkau bukan tercatat untukku. Jika memang engkau hanya hiasan duniaku yang sementara, sungguh aku yakin Allah akan menghapus cinta dalam diamku padamu. Allah akan menghilangkan perasaanku untukmu. Dia akan memberikan rasa yang lebih indah pada orang yang paling tepat. Begitulah kuasa-Nya. Begitulah Dzat yang membolak-balika n hati hamba-Nya.

“Ketika aku tak lagi terkagum denganmu, maka pahamilah jejakku.. Karena mungkin, aku pernah menulis tentangmu dan meyapa namamu dalam tiap untaian doaku”

Poetrielfajar89@gmail.com


Seindah Kenangan mu ...


Seindah kenangan yang berlalu
Seelok senyuman manis di bibirmu
Selalu terngiang dalam benak ku
Setiap kali kita arungi waktu bersama dahulu
Dulu cinta begitu indah ku jalani
Dan kini sangat ingin ku ulangi
Tentang kita
Tentang cinta yang telah kau akhiri
Lembaran cerita lama menjadi saksi
Bingkai fotomu terus ku pandangi
Tempat terindah bersamamu selalu ku datangi
Tak pernah lupa ku singgah di tempat mu kini terbaring sendiri
Nisan mu membekukan hati
Buat ku berlinang dan membasuhluka diri
Dirimu membuatku sakit lagi
Sakit ditinggalkan kau yang ku cintai
Kau pergi meninggalkan segala janji
Kau pergi memutuskan tali cinta ini
Kau pergi membuat jalan hidupkusepi
Tuhan ...
Beri aku kekuatan untuk terus melangkah lagi
Tuk menjalani hidup ini
Walau tanpa dia yang kini Kau ambil pergi